Rabu, 09 Mei 2018

Love You (Chapter 15 B)

Author                   :         Choi Im Kim ^^


Main Cast              :         Im Chella (Chella), Kang Lian (Lian), Park Nina (Nina)


Cast                       :         Park Fanny (Fanny), Kim Eyli (Eyli), Kwon Riri (Riri), Lee Mona (Mona)Bangtan Boys (BTS), EXO And other cast..


Genre                     :         School Life, Romance, Friendship, Drama, Sad


Length                   :         Chaptered


Disclaimer             :         THIS FANFICTION IS MINE. MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY / MENGGANDAKAN / ME-REMAKE / MENCONTEK FANFICTION INI. THANK YOU ^^


MOHON MAAF KALAU KETEMU TYPO’S  :D


~“permisi, kami diperintahkan untuk menyerahkan ini padamu sunbaenim”kata Fanny sambil berjalan kearah ketua osis yang sedang duduk itu. Nina, yeoja itu hanya bisa mematung di tempatnya, yeoja itu terpaku pada sosok namja yang sedang meraih berkas yang diberikan Fanny itu.

“Kim Seok Jin”Nina bergumam dengan ekpresi terkejut bukan main. Namja yang namanya disebutkan oleh Nina itu merupakan namja yang berada di dalam foto yang dia pegang saat dalam perjalanan menuju Seoul, foto yang selama ini dia simpan dengan rapi. Namja itu merupakan salah satu alasan mengapa Nina menetap di Seoul sekarang ‘aku menemukannya, aku menemukan Kim Seok JinNina membatin~



- LOVE YOU CHAPTER 15 B -


@tingkat 2-1... Kelas itu kembali ribut saat guru mata pelajaran jam pertama itu keluar kelas. Keributan terus berlanjut sampai seorang guru masuk ke dalam kelas tersebut, menginstrupsi kegiatan para murid.

“anak-anak tolong diam”perintah guru yang rambutnya setengah botak itu, saat itu juga keadaan kelas tersebut menjadi hening. Semua murid di kelas itu menatap guru tersebut.

“hari ini kita ketambahan murid baru”ujar sang guru, seketika itu juga keadaan kelas kembali ribut.

“DIAM”seru guru itu membuat suasana kembali hening.

“kalian ini, baru saja diperingatkan untuk diam kalian malah kembali ribut. Kalian ini benar bla..bla”guru botak itu mulai bercerama membuat seisi ruangan itu berbisik-bisik.

“dia mulai lagi”bisik Chella pada Lian

“nde, ini akan memakan waktu yang cukup lama”tambah Lian, kedua yeoja itu menghembuskan nafas berat. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya sang guru menghentikan ceramahnya diakhiri dengan kalimat tanya:

“paham semuanya?

YE”semua murid menjawab dengan kompak

“baguslah, kalau begitu perkenalkan murid baru yang akan menjadi teman kalian, silahkan masuk nona Park”ujar sang guru sambil mempersilahkan yeoja bermarga Park itu masuk. Yeoja yang tak lain adalah Nina itu kini berdiri di depan kelas dengan senyum diwajahnya, membuat dia semakin cantik. Beberapa dari siswa itu berbisik mengagumi kecantikan Nina, tak terkecuali Chella dan Lian. Nina menatap seluruh murid yang ada di dalam kelas itu satu persatu, sampai pandangannya berhenti pada namja yang sekarang juga sedang menatap kearahnya ‘Kim Seok Jin’batin Nina. Yeoja itu terkejut saat mengetahui jika namja yang dikaguminya itu akan menjadi teman kelasnya sekarang. senyumnya semakin mengembang saat menatap namja yang biasa di sapa dengan sebutan Jin itu. Jin yang melihat Nina tersenyum padanya itu membalas senyum yeoja itu.

“dia adalah murid baru di kelas ini, silahkan perkenalkan dirimu”ucap guru itu pada seluruh murid tingkat 2-1 diakhiri dengan kalimat perintah yang mengatakan agar Nina memperkenalkan diri.

“Annyeong haseyo, jeireumun Park Nina irageuyeo (mohon maaf kalau salah ^^V), mohon bantuannya”kata Nina memperkenalkan dirinya tak lupa dia membungkukkan badannya.

sekarang silahkan duduk di tempat duduk yang kosong yang ada di samping nona Goo”kata sang guru tak lupa menunjuk tempat yang dia maksud sambil mempersilahkan Nina untuk duduk

ye”ucap Nina, sebelum dia melangkahkan kakinya, dia sedikit membungkuk kepada guru itu. Diapun berjalan kearah tempat duduk yang sudah diberikan kepadanya. Yeoja itu meletakan ranselnya di atas meja lalu menatap Jin yang duduk tak jauh dari tempatnya itu. Jin saat ini tak menatap kearahnya, namja itu menatap kearah lain ‘akhirnya aku menemukanmu Kim Seok Jin, mungkinkah kau mengingatku? Mengingat terakhir kali kita bertemu itu waktu kita masih kecil’batin Nina. Dia menatap Jin cukup lama sampai tak sadar jika sepasang mata sedang mengawasinya dari jauh ‘kenapa dia menatap Jin seperti itu?’pikir sang empunya mata yang tak lain adalah Chella.

***

Riri berjalan menuju kelas 2-1, yeoja cantik itu ingin menemui sahabatnya karena ada yang ingin dibicarakan mengingat saat ini KBM –kegiatan belajar mengajar- sedikit tertunda dikarenakan ada rapat para guru. Yeoja itu harus menyusuri koridor sekolah dikarenakan jarak yang cukup jauh antara kelasnya dan kelas 2-1. Dia harus melewati kelas bahasa, musik dan beberapa kelas lainnya. Dia terus berjalan sampai pendengarannya menangkap sebuah suara yang familiar untuknya dan itu membuat langkahnya terhenti. ‘suara ini? Bukannya suara Bambam oppa?’pikirnya, Riri menatap ruangan dengan pintu terbuka, ruang Lab. Dia penasaran, masa sih itu suara Bambam? Pikirnya karena setaunya Bambam tak terlalu suka berada di ruangan tersebut. Dengan perlahan dia mendekati ruangan tersebut dan menengok ke dalam ruangan tersebut, bingo! namja itu ada di dalam ruangan tersebut, karena penasaran, Riri ingin masuk, namun sebuah suara yang diyakininya bukan suara namjanya itu berbunyi membuat langkahnya terhenti. Suara itu suara yeoja bukan suara namja. Riri menghentikan gerakannya lalu bersembunyi di balik pintu itu.

“aku puas sekali dengan kerjamu Bambam-ah!”seru suara tersebut yang entah milik siapa

“sepertinya dia sangat mencintaimu sekarang.. hahahahaha, aku sangat senang, dengan begitu rencanaku akan berjalan dengan lancar”tambahnya DEG seketika itu juga jantung Riri berdetak dengan kencang, bukan karena hal yang menyenangkan tapi sebaliknya ‘rencana? Rencana apa?’pikir Riri lagi, perasaannya kini was was, dia merasa sesuatu yang buruk sepertinya akan terjadi

“sudah ku katakan dari awal, membuat yeoja itu jatuh cinta padaku sangatlah mudah!”ujar suara namja yang tak lain adalah Bambam ‘membuat yeoja itu jatuh cinta? Maksudnya apa? Apa jangan-jangan…’pikir Riri

“arra, playboy sepertimu pasti sangat mudah melakukan itu! ah sungguh menyenangkan, aku tak sabar melihat yeoja bodoh itu menangis terseduh-seduh. Sungguh menyedihkan, hahaha kasihan kau Kwon Riri, siapa suru berurusan denganku!”seperti ditampar berulangkali saat mendengar perkataan yang tajam keluar dari bibir yeoja yang masih belum diketahui identitasnya oleh Riri itu yang kini bersama dengan Bambam di ruang Lab. Seperti yang diinginkan yeoja itu, saat ini sebulir air bening mengalir dipipi Riri tanpa bisa ditahan. Dia memegang dadanya dan meremas kemeja yang menutupi dadanya itu saat dadanya terasa sesak.

Riri POV 
Yah Tuhan, apa yang barusan kudengar? Jadi selama ini Bambam oppa hanya mempermainkanku? Kenapa? Apa salahku? Rasanya dadaku sakit sekali. Apa ini nyata? Yah Tuhan jika ini mimpi maka bangunkan aku sekarang, aku tak mau mimpi seperti ini. Kucubit tanganku, sakit! Ini bukan mimpi, ini benar-benar terjadi.

“mana janjimu, bukannya aku sudah mengikuti perintahmu. Yeoja itu sudah sangat tergila-gila padaku, jadi sekarang waktunya untuk menepati janjimu!”kata-kata sialan itu terlontar dengan sangat enteng dari mulut s***nnya itu, sialan aku tak tahan lagi BRAK bunyi benturan antara pintu dengan dinding yang kubanting, kini pintu ruangan tersebut terbuka, kedua orang s***** itu menatap kearahku dengan ekspresi terkejut, kutatap Bambam oppa kemudian yeoja di sampingnya, yeoja itu.. jadi dia, ku kepalkan kedua tanganku, rahangku mengeras saat emosiku mulai memuncak

Author POV
Riri menatap
kedua orang yang membuat perasaan dan hatinya hancur itu dengan air mata yang masih betah mengalir dipipinya itu.

“Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku oppa?”tanya Riri dengan suara bergetar karena emosi. Bambam menatap Riri dingin, sedangkan yeoja yang berada di samping Bambam itu hanya memamerkan smirk saat melihat Riri menangis, sesuai dengan harapannya, dari wajah cantik nan liciknya itu sangat terlihat jelas jika sekarang dia sangat puas melihat Riri yang sangat terluka sekarang.

“wooww. Padahal aku berencana membongkar rencana ini saat dia –Bambam- melakukan rencananya, tapi kau sudah lebih dulu mengetahuinya, ini membuatku sedikit kecewa”ujar yeoja itu mengejek, Riri menatap yeoja itu dengan tajam.

“jadi kau yang menyuruhnya?”Riri bertanya dengan kesal walaupun dia tahu kalau yeoja itu dalang dari rencana busuk ini berdasarkan dari ucapan yeoja tersebut

“kalau ia kenapa?”jawab serta tanya yeoja itu dengan smirk seakan menantang membuat Riri mengepalkan tangannya melampiaskan emosinya, sedangkan Bambam hanya menatap Riri dingin.

bi***b!”maki Riri

“kau yang bi***b! Kau pikir Bambam tulus mencintaimu? Hahaha, kasihan sekali, yeoja sepertimu tak pantas dicintai, kau hanya pantas dipermainkan!”perkataan yang mengandung cacian itu meluncur dari bibir yeoja itu membuat Riri ingin membunuhnya sekarang juga.

“nappeun yeojalagi Riri memaki

“MWO?”seruan protes itu keluar dari bibir yeoja yang berada di samping Bambam itu.

“neo, nappeun yeoja”lagi-lagi Riri memaki yeoja itu.

“SIALAN KAU!”dengan cepat yeoja itu berdiri dari tempatnya dan berjalan mendekati Riri, tangannya terangkat untuk menampar pipi Riri dan saat itu juga Riri menutup matanya.

“hentikan Hyena-ya!!”Bambam menahan tangan milik yeoja bernama Hyena itu sebelum mendarat dipipi Riri, Riri membuka matanya lalu menatap Bambam yang memegang tangan Hyena, Hyena juga menatap Bambam.

“kenapa kau menahanku hah? Biarkan aku menampar yeoja j***** ini, berani sekali dia mengataiku!”protes Hyena berapi-api.

“kau hanya akan membuang tenagamu saja!”kata Bambam dingin sambil menatap Riri, Riri menatap Bambam tak percaya, dia tak menyangkah jika namja itu akan melakukan hal sekejam ini padanya

“aku sangat membencimu”ucap Riri penuh penekanan pada kata-kata yang diucapkannya disertai tatapan tajam yang diarahkannya pada Bambam. Riri membalikkan badannya kemudian berjalan keluar meninggalkan kedua orang itu. Bambam menatap punggung Riri dengan tatapan yang perlahan mulai berubah.

“cih dasar!”Hyena mencibir ‘ada apa denganku? Kenapa aku harus merasa bersalah! Bukannya ini yang sudah direncanakan dari awal, lalu kenapa? Eish, lupakan! Toh urusanku sudah selesai dengan yeoja ini dan dia’batin Bambam bertanya-tanya saat menatap pintu yang menjadi jalan keluar yeojanya, maksudnya mantan yeojanya.

***

Riri berlari dengan mata berair. Dia terus berlari, beberapa kali yeoja itu menabrak siswa maupun siswi yang sedang berdiri di koridor sekolah itu. tak sedikit cacian, tatapan aneh dan sinis diarahkan kepadanya, namun seakan tuli serta tak peduli, Riri terus saja berlari sampai dia berhenti di taman belakang sekolah. Dia berjalan ke tengah taman itu lalu berhenti dan menangis. Rasanya air mata itu tak bisa dihentikan.

“Kenapa kau begitu jahat!”Riri terisak, dia meremas kemeja yang menutupi dadanya.

“kau membuat bagian ini terasa sakit sekali hiks..hiks..”Riri terus saja berujar dengan air mata mengalir sambil memukul kecil dadanya. Riri terus terisak dengan posisi berdiri.

“berisik sekali!”seru sebuah suara yang tak tahu milik siapa itu sedikit menarik perhatiannya, dengan cepat mengusap air matanya yang mengalir lalu mencari keberadaan dari pemilik suara itu sampai pandangannya terhenti saat melihat sosok namja yang bersandar di pohon sambil menatap kearahnya. Namja tinggih nan tampan itu menatap kearahnya dengan earphone bertengker dilehernya.

“Chan..Chanyeol.. Park Chanyeol!”kata Riri terbata-bata sangking terkejutnya saat melihat namja bernama lengkap Park Chanyeol itu.

***

Jam istirahatpun tiba. Sebagian murid terlihat berjalan menuju kantin. Sebagian juga masih berada di kelas dan di beberapa tempat lainya. Di tingkat 2-1, tempat di mana Chella dan Lian berada, mereka merapikan ATM (Alat Tulis-menulis) mereka.

“eonni nan baegopa!”kata Chella sambil memegang perutnya dan menatap Lian dengan mem-pout-kan(?) bibirnya

“arra-arraujar Lian mengerti, Chellapun tersenyum. Baru saja ingin pergi ke kantin, tiba-tiba sebuah pemandangan di depan mereka yaitu Nina yang merupakan murid baru itu berjalan kearah Jin yang sedang duduk di tempatnya itu membuat kedua yeoja tersebut menghentikan langkah mereka.

“Kim Seok Jin”panggil Nina, membuat sang pemilik nama itu menatap kearahnya. Chella yang melihat itu memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan yeoja itu

oo, nona Park, ada yang bisa dibantuh?”Jin menjawab sekaligus bertanya pada Nina

“Ada! eum bisakah kamu mengantar aku ke kantin? aku baru kali ini berada di sekolah ini dan belum tahu banyak tentang sekolah ini termasuk tempat-tempat yang ada di sekolah ini”jawab serta tanya Nina, sebenarnya dia bisa saja menghubungi Fanny agar mengantarnya ke kantin tapi tak dilakukannya mengingat ini merupakan saat yang sangat ditunggu olehnya

ah~ baiklah, kajja! biar ku antar”kata Jin mengiyakan kemudian berdiri dari tempatnya membuat Nina tersenyum, dia sangat senang sekarang karena Jin mau memenuhi keinginannya, dia sempat berpikir jika Jin akan menolaknya, tapi ternyata tidak, ternyata dia sangat baik dan ramah, membuat Nina semakin mengagumi namja tampan itu. Mereka berduapun berjalan bersama keluar kelas, membuat Chella menghembuskan nafas kasar, entah mengapa dia merasa kesal sekarang

apa yeoja baru itu mengenal Jin?”tanya Lian pada Chella tanpa menatap yeoja itu

“sepertinya begitu!”jawab Chella ketus membuat Lian menatap kearahnya

“cemburu yah?”Lian menggoda Chella yang terlihat sedang kesal itu

“ani, mungkin jealous!”jawab Chella membuat Lian menatapnya gemas

“sama aja keles”ujar Lian

“eonni apa menurutmu yeoja itu genit? Tadi dia berlaku seperti fangirl yang genit!”tanya Chella sambil menatap Lian

“aigoo kau ini, bukan karena kamu tak suka dengannya kamu dengan gampang bilang dia genit, dia tak genit tahu…”jawab Lian

“terus apa?”tanya Chella saat Lian menggantungkan kalimatnya

“hanya fangirl saja, sama denganmu tapi bedanya itu kamu tak seberani dia, itu saja”jawab Lian menyampaikan pemikirannya

“ani, dia genit! Kamu hanya tak lihat saja tadi, dia saat duduk di tempat duduknya waktu selesai memperkenalkan diri dia menatap Jin lama kemudian tersenyum tak jelas terus tadi dia mengajak Jin sambil senyum-senyum tak jelas, itukan genit namanya”Chella mulai aksi protesnya

“hei..hei, kamu pikir kamu tak begitu hah? Hanya saja kamu tak berani mengajaknya!”ujar Lian

“tapi aku tak genit sepertinya”Chella kembali protes 

aigoo Chella-ya kamu memang tak mau kalah, terserah dah kamu mau beranggapan apa! lebih baik kita ke kantin sekarang dari pada kita terus berdebat! bukannya kamu bilang tadi kamu laparkan? kalau begitu sekarang kita ke kantin!”tutur Lian tak mau lama-lama berdebat lalu berjalan lebih dulu.

“yah Kang Lian changkaman!”seru Chella kemudian berjalan menyusul Lian yang lebih dulu berjalan.

***

Chanyeol berjalan mendekati Riri yang menatap dirinya dengan ekspresi shock. Kini keduanya berdiri saling berhadapan.

ka..kau.. kenapa kau bisa disini?”tanya Riri masih shock sedangkan Chanyeol menatapnya cukup lama.

“kau masih cengeng, tsk! Bahkan wajahmu sangat menyeramkan sekarang! Lihatlah matamu itu, merah sekali, hidungmu juga, dan bukan hanya itu bahkan wajahmu merah. Astaga, kau benar-benar terlihat menyeramkan~ujar Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk bagian wajah Riri, Riri yang tadinya menghentikan tangisnya kini kembali menangis, bahkan lebih keras.

“HUA..HUA..HUAmendengar itu, Chanyeol terlonjat kaget

ya..yah..  kenapa kamu malah menangis lagi eoh?”tanya Chanyeol mulai panik, bukannya menjawab, Riri malah menangis lebih keras

“Yah Tuhan Kwon Riri uljimayo”bujuk Chanyeol semakin panik saat Riri tak menjawab, yeoja itu masih sibuk menangis

Yah Kwon Riri uljima! bagaimana kalau ada yang berfikir yang tidak-tidak saat mendengarmu menangis? Jebalyo”bujuk Chanyeol sambil menatap sekitar mereka, namun tak membuat Riri menghentikan tangisnya.

“aigoo, eottokhae?”Chanyeol menggaruk kepalanya sangking bingungnya

***

Mona berdiri di depan ruang latihan dance. Dia kembali mengunjungi tempat itu, dengan tujuan yang sama.

“di mana dia?”tanyanya entah pada siapa sambil menengok ke dalam ruangan yang kosong itu.

“apa dia tak latihan hari ini?”dia masih bertanya sambil terus mencari orang yang dia harap berada di dalam ruangan yang kosong itu

“sedang apa kau di sini?”tiba-tiba saja sebuah pertanyaan dari suara namja yang tak lain adalah orang yang dicarinya itu membuat dia membeku ‘J-Hope-oppa!’batinnya

“memalukan”dia menggumam. Dengan perlahan dia membalikkan badannya. Dengan senyum menahan malu, Mona menyapa namja itu saat dia menatapnya.

“a..annyeong oppa”

“annyeong Mon..Mona, Lee Mona.. aku tak salah sebut namakan? “J-Hope membalas sambil bertanya

“nde, tidak”jawab Mona sambil tersenyum

kenapa kamu menengok ke dalam?”tanya J-Hope, karena tadi dia melihat yeoja itu menengok ke dalam ruangan itu

“i..itu karena aku mencarimu oppa!”jawab Mona –jujur-

“mencariku? untuk apa?”tanya J-Hope lagi

“eum aku sempat membaca brosur yang dibagikan oleh orang, di dalam brosur itu tertulis bahwa akan diadakan lomba dance, aku lupa meletakan brosur itu di mana, jadi aku ingin memberitahukan hal itu padamu oppa, mungkin oppa tertarik?”jawab Mona menjelaskan apa yang ingin disampaikannya. Mona menatap J-Hope ragu-ragu.

“lomba dance? tentu aku mau, kapan?”jawab serta tanya J-Hope, namja itu terlihat sumringah membuat Mona senang

“30 Desember oppa, kau masih punya waktu 1 bulan untuk latihan!”jawab Mona, seketika itu juga senyum diwajah J-Hope memudar, melihat itu dengan cepat Mona bertanya:

“waeyo?”

“30 Desember? Itu ulang tahun Taehyung, aku tak bisa ikut!”jawab J-Hope dengan ekspresi sedih

“begitu yah”ujar Mona, yeoja itu sedikit kecewa

“mianhae Mona-ya, aku tak bisa”sesal J-Hope dengan ekspresi bersalah

“gwenchana oppa”kata Mona sambil tersenyum saat menatap J-Hope

“gumawo karena sudah memberitahukan informasi itu padaku. Sekali lagi aku minta maaf karena tak bisa mengikuti lombah ituujar J-Hope

nde, gwenchana oppa”tanggap Mona ‘sayang sekali’batin Mona.

aku ingin latihan sekarang, apa kamu ingin masuk?”tanya J-Hope menawarkan sambil menunjuk ruangan itu.

nde”jawab Mona mantap masih dengan senyum

“kajja”kata J-Hope, keduanyapun masuk ke dalam ruangan tersebut.

***

@Canteen… Eyli, Lian & Chella terlihat duduk di salah satu tempat yang ada di ruangan itu. Mereka berbincang-bincang, sebenarnya tak bisa dibilang ‘mereka’ karena hanya Eyli dan Lianlah yang berbincang sedangkan Chella hanya diam. Dia lebih memilih menatap Jin dan Nina yang duduk tak jauh dari tempat mereka. Mereka asik dengan kegiatan mereka sampai Jimin & Jungkook datang dan menginstrupsi kegiatan mereka tersebut.

“boleh gabung?”tanya Jimin meminta izin, serempak ketiga yeoja itu menatap kearah mereka berdua. Lian yang menatap Jungkook itu langsung diam sedangkan Jungkook terlihat santai, seperti tak ada sesuatu yang terjadi –masih Jungkook yang sama-. Chella menengok kearah Lian dan Jungkook secara bergantian. Chella mendengus lalu menatap kearah lain.

“tentu saja”jawab Eyli dengan suka rela tak lupa dengan senyum tentunya. Jimin dan Jungkookpun duduk di tempat yang kosong yang ada di situ lalu meletakkan makanan mereka di atas meja.

“sepertinya kalian sudah selesai makan!”ujar Jimin saat melihat piring kosong di atas meja.

“nde, kami baru saja selesai makan. Kalian makanlah!”jawab Eyli sambil mempersilahkan kedua namja itu makan, sepertinya yeoja itu dalam keadaan mood yang baik, berbeda dengan Chella. Setelah itu keadaan menjadi hening, tak ada yang bersuara. Lian sesekali mencuri pandang pada Jungkook yang sedang makan itu, pipinya seketika merona saat mengingat kejadian kemarin ‘padahal hanya kejadian seperti itu, tapi kenapa pipiku terasa panas’batin Lian, refleks dia memegang pipinya. Akhirnya kedua namja itu menyelesaikan kegiatan mereka –makan

@Nina&Jin Place…
“jadi kamu sepupunya Park Fanny? Pantas saja kalian sedikit mirip”kata Jin menanggapi ketika Nina selesai bercerita, membuat Nina tersenyum ‘terus kenapa mengajaku bukannya Fanny? Toh Fanny juga tahu letak kantin!’batin Jin. Jin membalas senyuman Nina sampai matanya terhenti pada sudut bibir yeoja itu

“eumm Nina, ada butiran nasi di sekitar mulutmu”kata Jin sambil memperhatikan butiran nasi itu

“jeongmal?”tanya Nina terbelalak, Jin mengangguk sebagai jawaban ‘yah Tuhan memalukan sekali’batin Nina, dia mengusap sekitaran mulutnya, namun butiran itu tak juga disingkirkannya karena tak tersentuh olehnya

“bukan di situ, di sudut”kata Jin mengarahkan sambil menunjuk butiran itu berada, Nina mengusap kembali sekitar mulutnya

“sudah?”tanya Nina lagi

“ani, masih ada, usap di situ”jawab Jin sambil menunjuk sudut bibir yeoja itu tapi Nina tak juga kunjung mengusap di mana butiran itu berada, Jin kasihan karena Nina tak bisa membersihkan butiran itu dari bibirnya, dengan ragu Jin mengulurkan tangannya lalu mengusap sudut bibir Nina yang ada butiran nasi itu, yeoja itu terperangah sambil mengerjap-ngerjapkan matanya

“aku haus!”seru Chella memecahkan keheningan di tempatnya dan teman-temannya itu (Chella cs Place) mereka –Lian, Eyli, Jungkook dan Jimin- menatap kearah Chella. Ekspresi Chella dingin, sebenarnya dia tak haus, hanya saja tenggorokannya terasa kering saat melihat Jin yang mengusap butiran nasi yang berada di sudut bibir Nina itu. Yah, Chella sedari tadi memperhatikan kedua orang itu yang duduk sendirian, seperti pasangan kekasih. Dengan Cepat Chella berdiri dari tempatnya.

“biar aku saja”cegah Lian saat Chella baru saja ingin melangkah

mwo?”Chella mengernyit heran

“biar aku saja yang mengambil minuman untukmu, air mineralkan? changkaman!”kata Lian menjelaskan lalu berjalan lebih dulu, membuat Chella menatap dia bingung

“ada apa dengannya? tumben sekali!”ujar Chella heran, bukan hanya Chella yang menatap Lian, bahkan yang lain –Eyli, Jungkook dan Jimin- juga menatap kearahnya.
Baru beberapa langkah Lian berjalan tiba-tiba saja tubuhnya ambruk di lantai saat tubuh berisinya bertabrakan dengan sekelompok yeoja, alhasilnya minuman yang dipegang yeoja yang bertabrakan dengan Lian itu tumpa dibaju Lian. Dejavu terjadi, semua penghuni kantin itu menatap kearah mereka. Chella yang masih berdiri di tempatnya itu bahkan berteriak:

“EONNI!”dia dan lainnya kaget melihat Lian yang ambruk itu

“ARGH”jerit Lian

“YAH NEO PABOYA? APA KAU TAK MELIHAT KALAU AKU SEDANG BERJALAN HAH?”teriak yeoja yang bertabrakkan dengan Lian itu. Lian menatap sekelompok yeoja itu yang tak lain adalah Jeyeon, Bomi dan Naeun. Mereka adalah yeoja populer nan sombong di sekolah itu ‘kau berurusan dengan orang yang salah Lian-ah!’batin Lian.

“hei nona tak perlu berteriak seperti itu!”seru seseorang yang tiba-tiba menginstrupsi kegiatan mereka berempat. Orang tersebut berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan kearah mereka. Lian yang melihat itu sukses membulatkan matanya, bukan hanya dia saja, Chella dan yang lainnya juga ikut terkejut saat melihat orang yang sedang berjalan ke TKP

“Joon Jungkook!”ucap Naeun saat orang itu tiba di hadapan mereka.

“dia tak sengaja menabrak kalian, lagian dia sudah sangat menyedihkan dengan minuman yang tumpah ke bajunya itu, jadi kalian tak perlu berteriak seperti itu padanya!”tutur Jungkook setengah mengejek sepertinya

“tapi dia harus bertanggung jawab, minumanku tumpah karena dia!”ujar Jiyeon tak terima

“aku akan menggantinya!”kata Jungkook, membuat keempat yeoja itu terkejut setengah mati

“MWO?”seru ketiga yeoja itu -Jeyeon cs-, mereka tak terima

“Jungkook”gumam Lian masih melantai (kasihan sekali :D) dengan ekspresi terkejut tentunya

“yah Joon Jungkook, kamu bilang apa tadi?”tanya Bomi seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi

“aku akan menggantinya!”kata Jungkook untuk kedua kali

“kenapa kamu harus buang-buang uang hanya untuk yeoja seperti dia?”seru Naeun sambil menunjuk Lian

shireo! dia yang menumpahkan minumanku, jadi dia yang harus menggantinya!”tambah Jeyeon yang tak rela jika harus membiarkan Lian begitu saja

“aku bilang aku yang akan menggantinya! Lagian, aku atau dia yang menggantinya tak ada bedanya!”kata Jungkook mengegaskan ekspresi serius

“ta..tapi…”Jeyeon berujar tapi tak dilanjutkannya ketika Jungkook berjalan mendekatinya. Namja itu merogoh dompet di sakunya lalu mengeluarkan sejumlah uang, hal itu membuat Jeyeon terbelalak lalu berseru:

“Jungkook!”Jungkook meraih tangan Jeyeon kemudian menyerahkan uang tersebut ke tangan yeoja itu.

“sekarang sudah lunas! Jadi kuharap kalian tak mengungkit masalah ini lagi!”kata Jungkook memperingatkan

“MWO?”untuk kesekian kalinya Jeyeon berseru tak terima, namun hal itu tak membuat Jungkook menghiraukannya, dia menatap Lian yang melantai itu. Melihat itu Jeyeon menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menatap tajam Lian, begitu juga dengan Naeun dan Bomi sedangkan Jungkook dan Lian saling pandang. Sampai akhirnya Jungkook memutuskan untuk menatap kearah lain. Dengan gaya yang mempesona, Jungkook membuka jasnya lalu berjongkok di hadapan Lian, yeoja itu semakin terkejut. Dengan perlahan Jungkook menyelimuti(maaf kalau salah? ^^V) tubuh Lian dengan jas miliknya (backsound berjalan Ost The Heirs (Lee Hong Ki I’m Saying #‎author eksis :D). Yang lain mengangah melihat kejadian itu, namun Chella-lah yang paling shock di situ. Jungkook kembali berdiri kemudian berkata dengan nada memerintah:

“berdiri!”dia mengulurkan tangannya, Lian mengerjap-ngerjapkan matanya lalu meraih tangan namja tampan itu kemudian ikut berdiri.

“kamu harus membersihkan dirimu, kajja!”ujar Jungkook tanpa ekspresi lalu berjalan menuntun Lian sambil memegang kedua bahu yeoja itu untuk menahan agar jasnya tak melorot

“omo, ige mwoya?”seru Bomi tak percaya dengan apa yang dilihatnya

“my Jungkook memeluk yeoja j**** itu #‎mian”tambah Naeun masih shock

“apa Jungkook gila, membantu yeoja itu?”tambah Jeyeon, ketiga yeoja itu berujar dengan perasaan kesal bukan main.

“oh my...”seru Chella masih shock, yeoja itu belum beranjak sedikitpun dari tempatnya bahkan dia melupakan hal yang sempat membuatnya kesal tadi.

“Jungkook romantis sekali!”ujar Eyli dengan mata berbinar ketika memperhatikan betapa kerennya Jungkook saat membantu Lian tadi

“cih~ masih aku lebih romantis!”protes Jimin, dia tak terima yeojanya memuji namja lain.

“kau cemburu sekali oppa”kata Eyli sambil menatap Jimin

“ani, untuk apa aku cemburu, toh aku jauh lebih romantis dari padanya!”Jimin membantah dengan ekspresi asam.

“cih~”Eyli mencibir, namun tetap tersenyum. Eyli menatap geli Jimin yang seperti itu –cemburu-

***

Kini Chella berjalan sendirian ke kelas, yah sejak kejadian tadi di kantin dia harus rela berjalan sendiri karena Lian sedang bersama Jungkook sekarang, yah walaupun dia tak tahu mereka berdua ada di mana sekarang. Chella menghembuskan nafas berat

“Chella!”panggil seseorang dari belakang, Chellapun menoleh kebelakang. ‘yeoja ini, bagaimana bisa dia tahu namaku?’batin Chella

“apa kau melihat Jin?”tanya yeoja itu saat dirinya berdiri di dekat Chella ‘kenapa dia menanyakan namja itu padaku? Seakan-akan kita akrab saja!’pikir Chella

“tadi dia ada di kantin!”jawab Chella seadanya tanpa ekspresi, dia kembali mengingat kejadian yang menjengkelkan saat mendengar kata ‘kantin’ sepertinya dia mulai tak menyukai tempat itu, mengingat banyak hal yang kurang menyenangkan yang terjadi belakangan ini, yah walaupun begitu dia tetap harus ke tempat itu setiap berada di sekolah, karena dia tak tahan jika harus menahan lapar.

“benarkah? Tadi aku baru saja dari kantin, tapi aku tak melihatnya di sana!”kata yeoja itu

“tapi tadi aku melihatnya di sana, mungkin dia sudah pergi!”ujar Chella menjelaskan

“sepertinya, kalau begitu bisakah aku meminta bantuanmu?”tanya yeoja itu lagi

apa?bukannya menjawab, Chella malah bertanya

tolong berikan ini pada Jin!jawab yeoja itu sambil menyerahkan buku berwarna merah

eum.. ini…kata Chella sedikit berpikir

“ini buku milik Jin yang ku pinjam, aku ingin mengembalikan buku miliknya, tapi dari tadi aku tak menemukannya, nah karena kalian teman sekelas jadi ku pikir aku bisa menitipkan ini padamu, bisakan?”kata yeoja itu menjelaskan diakhiri dengan kalimat tanya, Chella terlihat berpikir

“eottae?”tanya yeoja itu untuk kesekian kalinya, Chella menatap yeoja itu sedikit menahan nafas kemudian tersenyum dan berkata:

“baiklah”yeoja itu tersenyum kemudian berkata:

“gumawo Chella”Chella membalasnya dengan tersenyum

“nde, ceonma Suzy!”yeoja yang diketahui bernama Suzy itu tersenyum kemudian berkata:

“kalau begitu aku pamit nde?”Chella mengangguk sebagai jawaban, yeoja itupun berjalan meninggalkan Chella. Chella menatap Suzy yang semakin menjauh itu kemudian berpikir

“aih, kenapa harus aku sih? Lagian kenapa juga aku mengiyakan permintaannya, jadinya kan gini! Padahal aku sedang tak ingin bertemu dengannya sekarang!”tutur Chella bersungut-sungut

“bertemu dengan siapa?”tiba-tiba seseorang bertanya dari arah belakang

omona!”seru Chella terlonjat kaget saat mendengar suara yang membuat jantungnya hampir melompat dari tempatnya itu

“ka..kau…”kata Chella terbata-bata saat menatap orang yang tiba-tiba bertanya itu



To Be Continue :)



Akhirnya setelah sekian lama kelar juga Part 15 B-nya. Mian jika tak sesuai dengan keinginan para readers, fellnya gak dapat maklum author masih dalam tahap belajar dan mohon maaf jika lama post. Sekali lagi author minta maaf sekaligus terima kasih karena mau membaca FF aneh nan gaje ini. Harap tak bosan nde? kritik  dan saran sangat diperlukan demi kelanjutan FF ini, see you next part reader’s ;)

#Sekedar saran, kalau baca part ini bisa sambil dengar OSTnya The Heirs and Moon Lovers, soalnya author ketik FF ini sambil dengar OST kedua Drama itu#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar