Main Cast : Im Chella (Chella), Kang Lian (Lian), Park Nina (Nina)
Cast : Park Fanny (Fanny), Kim Eyli (Eyli), Kwon Riri (Riri), Lee Mona (Mona), Bangtan Boys (BTS), EXO And other cast..
Genre : School Life, Romance, Friendship, Drama, Sad
Length : Chaptered
Disclaimer : THIS FANFICTION IS MINE. MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY / MENGGANDAKAN / ME-REMAKE / MENCONTEK FANFICTION INI. THANK YOU ^^
MOHON
MAAF KALAU KETEMU TYPO’S
:D
~“permisi,
kami diperintahkan untuk menyerahkan ini padamu sunbaenim”kata Fanny
sambil berjalan kearah ketua osis yang sedang duduk itu. Nina, yeoja itu hanya
bisa mematung di tempatnya, yeoja
itu terpaku pada sosok namja yang sedang meraih berkas yang diberikan Fanny
itu.
“Kim Seok Jin”Nina bergumam dengan ekpresi terkejut bukan
main. Namja yang namanya disebutkan oleh Nina itu merupakan namja yang berada di dalam foto yang dia pegang
saat dalam perjalanan menuju Seoul, foto yang selama ini dia simpan dengan
rapi. Namja itu merupakan salah
satu alasan mengapa Nina menetap di Seoul sekarang ‘aku menemukannya, aku menemukan Kim Seok Jin’Nina membatin~
-
LOVE YOU CHAPTER 15 B -
@tingkat 2-1... Kelas itu kembali ribut saat guru mata pelajaran jam
pertama itu keluar kelas. Keributan terus berlanjut
sampai seorang guru masuk ke dalam kelas tersebut,
menginstrupsi kegiatan para murid.
“anak-anak tolong diam”perintah guru yang rambutnya setengah botak
itu, saat itu juga
keadaan kelas tersebut menjadi hening.
Semua murid di kelas itu
menatap guru tersebut.
“hari ini kita ketambahan murid baru”ujar sang guru, seketika itu juga keadaan kelas kembali ribut.
“DIAM”seru guru itu membuat
suasana kembali hening.
“kalian ini, baru saja diperingatkan untuk diam kalian
malah kembali ribut. Kalian ini benar bla..bla”guru botak itu mulai bercerama membuat seisi ruangan itu berbisik-bisik.
“dia mulai lagi”bisik Chella pada Lian
“nde, ini akan memakan waktu yang cukup lama”tambah Lian,
kedua yeoja itu menghembuskan nafas berat. Setelah beberapa menit berlalu
akhirnya sang guru menghentikan ceramahnya diakhiri dengan
kalimat tanya:
“paham semuanya?”
“YE”semua murid menjawab dengan kompak
“baguslah, kalau begitu perkenalkan murid baru yang akan
menjadi teman kalian, silahkan masuk nona Park”ujar sang guru sambil
mempersilahkan yeoja bermarga Park itu masuk. Yeoja
yang tak lain adalah Nina itu kini berdiri di depan kelas dengan senyum diwajahnya, membuat dia semakin cantik. Beberapa dari siswa itu berbisik
mengagumi kecantikan Nina, tak terkecuali
Chella dan Lian. Nina menatap seluruh murid yang ada di
dalam kelas itu satu persatu,
sampai pandangannya berhenti pada namja yang sekarang juga sedang menatap kearahnya
‘Kim Seok Jin’batin Nina. Yeoja itu terkejut saat
mengetahui jika namja yang dikaguminya itu akan menjadi teman kelasnya sekarang. senyumnya semakin mengembang saat menatap namja yang biasa di sapa dengan
sebutan Jin itu. Jin yang melihat Nina tersenyum padanya itu membalas senyum yeoja itu.
“dia adalah murid baru di kelas ini, silahkan perkenalkan
dirimu”ucap guru itu pada seluruh murid tingkat 2-1 diakhiri dengan kalimat perintah yang mengatakan agar Nina
memperkenalkan diri.
“Annyeong haseyo, jeireumun Park
Nina irageuyeo (mohon maaf kalau salah ^^V),
mohon bantuannya”kata Nina memperkenalkan dirinya tak lupa dia membungkukkan
badannya.
“sekarang silahkan duduk
di tempat duduk yang kosong yang ada di
samping nona Goo”kata sang guru tak lupa menunjuk tempat yang dia maksud sambil mempersilahkan Nina
untuk duduk
“ye”ucap Nina, sebelum dia melangkahkan
kakinya, dia sedikit membungkuk kepada
guru itu. Diapun berjalan kearah tempat duduk yang sudah
diberikan kepadanya. Yeoja itu meletakan ranselnya
di atas meja lalu menatap Jin yang duduk tak
jauh dari tempatnya itu. Jin saat ini tak menatap kearahnya, namja itu menatap
kearah lain ‘akhirnya aku menemukanmu Kim Seok Jin, mungkinkah kau mengingatku? Mengingat terakhir kali kita bertemu itu waktu kita masih kecil’batin
Nina. Dia menatap Jin cukup
lama sampai tak sadar jika sepasang mata sedang
mengawasinya dari jauh ‘kenapa dia menatap Jin seperti itu?’pikir sang empunya mata yang tak lain adalah Chella.
***
Riri berjalan menuju kelas 2-1, yeoja cantik itu ingin
menemui sahabatnya karena ada yang ingin
dibicarakan mengingat saat ini KBM –kegiatan belajar mengajar- sedikit tertunda
dikarenakan ada rapat para guru. Yeoja itu harus menyusuri
koridor sekolah dikarenakan jarak
yang cukup jauh antara kelasnya dan kelas 2-1.
Dia harus melewati kelas bahasa, musik dan beberapa kelas
lainnya. Dia terus berjalan sampai pendengarannya menangkap
sebuah suara yang familiar untuknya dan itu membuat langkahnya terhenti.
‘suara ini? Bukannya suara Bambam oppa?’pikirnya, Riri menatap ruangan dengan
pintu terbuka, ruang Lab. Dia penasaran,
masa sih itu suara Bambam? Pikirnya karena setaunya Bambam tak
terlalu suka berada di ruangan tersebut.
Dengan perlahan dia mendekati ruangan tersebut dan menengok ke dalam ruangan tersebut, bingo! namja itu ada di dalam ruangan tersebut, karena penasaran,
Riri ingin masuk, namun
sebuah suara yang diyakininya bukan
suara namjanya itu berbunyi membuat langkahnya
terhenti. Suara itu suara yeoja bukan suara namja.
Riri menghentikan gerakannya lalu bersembunyi di balik pintu itu.
“aku puas sekali dengan kerjamu Bambam-ah!”seru suara tersebut yang entah milik siapa
“sepertinya dia sangat mencintaimu sekarang.. hahahahaha,
aku sangat senang, dengan begitu rencanaku akan berjalan dengan
lancar”tambahnya DEG seketika itu
juga jantung Riri berdetak dengan kencang, bukan karena hal
yang menyenangkan tapi sebaliknya ‘rencana? Rencana apa?’pikir Riri lagi, perasaannya kini was was, dia merasa sesuatu yang buruk sepertinya akan terjadi
“sudah ku katakan dari awal, membuat yeoja itu jatuh
cinta padaku sangatlah mudah!”ujar suara namja yang tak lain
adalah Bambam ‘membuat yeoja itu jatuh cinta? Maksudnya apa? Apa jangan-jangan…’pikir Riri
“arra, playboy sepertimu pasti sangat mudah melakukan
itu! ah sungguh menyenangkan, aku tak sabar melihat yeoja bodoh itu menangis
terseduh-seduh. Sungguh menyedihkan, hahaha kasihan kau Kwon Riri, siapa suru
berurusan denganku!”seperti ditampar berulangkali saat mendengar perkataan yang
tajam keluar dari bibir yeoja yang masih belum
diketahui identitasnya oleh Riri itu yang kini bersama
dengan Bambam di ruang Lab.
Seperti yang diinginkan yeoja itu, saat
ini sebulir air bening mengalir
dipipi Riri tanpa bisa ditahan. Dia memegang dadanya dan meremas kemeja yang menutupi dadanya itu saat dadanya terasa
sesak.
Riri POV
Yah Tuhan, apa yang barusan kudengar? Jadi selama ini Bambam oppa hanya
mempermainkanku? Kenapa? Apa salahku?
Rasanya dadaku sakit sekali. Apa ini nyata? Yah Tuhan
jika ini mimpi maka bangunkan aku sekarang, aku tak mau mimpi seperti ini. Kucubit
tanganku, sakit! Ini bukan mimpi, ini benar-benar terjadi.
“mana janjimu, bukannya aku sudah mengikuti perintahmu.
Yeoja itu sudah sangat tergila-gila padaku,
jadi sekarang waktunya untuk menepati
janjimu!”kata-kata sialan itu terlontar
dengan sangat enteng dari mulut s***nnya itu, sialan aku tak tahan lagi BRAK
bunyi benturan antara pintu dengan dinding yang kubanting, kini pintu ruangan tersebut terbuka, kedua orang
s***** itu menatap kearahku dengan ekspresi terkejut, kutatap Bambam oppa
kemudian yeoja di sampingnya, yeoja itu.. jadi dia, ku kepalkan kedua tanganku, rahangku mengeras saat emosiku mulai
memuncak
Author POV
Riri menatap kedua orang yang membuat perasaan dan hatinya hancur itu dengan air mata yang masih betah mengalir dipipinya itu.
Riri menatap kedua orang yang membuat perasaan dan hatinya hancur itu dengan air mata yang masih betah mengalir dipipinya itu.
“Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku oppa?”tanya
Riri dengan suara bergetar karena emosi.
Bambam menatap Riri dingin, sedangkan yeoja
yang berada di samping Bambam
itu hanya memamerkan smirk saat melihat Riri menangis,
sesuai dengan harapannya, dari wajah cantik nan liciknya itu sangat terlihat jelas jika sekarang dia sangat puas melihat Riri yang sangat terluka sekarang.
“wooww. Padahal aku berencana membongkar rencana ini saat
dia –Bambam- melakukan rencananya, tapi kau sudah
lebih dulu mengetahuinya, ini membuatku sedikit kecewa”ujar yeoja itu mengejek, Riri menatap yeoja itu dengan tajam.
“jadi kau yang menyuruhnya?”Riri bertanya dengan kesal
walaupun dia tahu kalau yeoja itu dalang dari rencana busuk ini berdasarkan dari ucapan yeoja tersebut
“kalau ia kenapa?”jawab serta tanya
yeoja itu dengan smirk seakan menantang membuat
Riri mengepalkan tangannya melampiaskan emosinya, sedangkan Bambam hanya menatap Riri dingin.
“bi***b!”maki Riri
“kau yang bi***b! Kau
pikir Bambam tulus mencintaimu? Hahaha, kasihan sekali, yeoja sepertimu tak pantas dicintai, kau
hanya pantas dipermainkan!”perkataan yang mengandung cacian itu meluncur dari
bibir yeoja itu membuat Riri ingin membunuhnya sekarang juga.
“nappeun yeoja”lagi Riri memaki
“MWO?”seruan protes itu keluar dari bibir yeoja yang berada di
samping Bambam itu.
“neo, nappeun yeoja”lagi-lagi Riri
memaki yeoja itu.
“SIALAN KAU!”dengan cepat yeoja itu berdiri dari
tempatnya dan berjalan mendekati Riri, tangannya terangkat untuk menampar pipi
Riri dan saat itu juga Riri
menutup matanya.
“hentikan Hyena-ya!!”Bambam
menahan tangan milik yeoja bernama Hyena itu sebelum mendarat dipipi Riri, Riri
membuka matanya lalu menatap Bambam yang memegang tangan Hyena, Hyena juga
menatap Bambam.
“kenapa kau menahanku hah? Biarkan aku menampar yeoja j***** ini, berani sekali dia mengataiku!”protes Hyena
berapi-api.
“kau hanya akan membuang tenagamu saja!”kata Bambam
dingin sambil menatap Riri, Riri menatap Bambam tak percaya, dia
tak menyangkah jika namja itu akan melakukan hal sekejam ini padanya
“aku sangat membencimu”ucap Riri
penuh penekanan pada kata-kata yang diucapkannya disertai tatapan tajam yang diarahkannya pada Bambam. Riri membalikkan
badannya kemudian berjalan keluar meninggalkan kedua orang itu. Bambam
menatap punggung Riri dengan tatapan yang perlahan mulai
berubah.
“cih dasar!”Hyena mencibir ‘ada apa denganku? Kenapa aku harus merasa bersalah!
Bukannya ini yang sudah direncanakan dari awal, lalu kenapa? Eish, lupakan! Toh
urusanku sudah selesai dengan yeoja ini dan dia’batin Bambam bertanya-tanya saat menatap pintu yang menjadi jalan keluar yeojanya, maksudnya mantan yeojanya.
***
Riri berlari dengan mata berair. Dia terus berlari,
beberapa kali yeoja itu menabrak siswa maupun siswi yang sedang berdiri di
koridor sekolah itu. tak sedikit cacian, tatapan
aneh dan sinis diarahkan kepadanya, namun seakan tuli serta tak peduli, Riri terus saja berlari sampai dia berhenti di taman belakang sekolah. Dia berjalan ke tengah taman itu lalu berhenti dan
menangis. Rasanya air mata itu tak bisa dihentikan.
“Kenapa kau begitu jahat!”Riri terisak, dia meremas kemeja yang menutupi dadanya.
“kau membuat bagian ini terasa sakit sekali
hiks..hiks..”Riri terus saja berujar dengan air mata mengalir sambil memukul
kecil dadanya. Riri terus terisak dengan posisi berdiri.
“berisik sekali!”seru
sebuah suara yang tak tahu milik siapa itu
sedikit menarik perhatiannya, dengan cepat
mengusap air matanya yang mengalir lalu mencari keberadaan dari pemilik suara
itu sampai
pandangannya terhenti saat melihat sosok namja yang bersandar di pohon sambil
menatap kearahnya. Namja tinggih nan tampan itu menatap
kearahnya dengan earphone bertengker dilehernya.
“Chan..Chanyeol.. Park Chanyeol!”kata Riri terbata-bata sangking terkejutnya saat melihat namja
bernama lengkap Park Chanyeol itu.
***
Jam istirahatpun tiba. Sebagian murid terlihat berjalan menuju kantin. Sebagian juga masih
berada di kelas dan di beberapa tempat lainya. Di
tingkat 2-1, tempat di mana Chella dan Lian berada, mereka merapikan ATM (Alat
Tulis-menulis) mereka.
“eonni nan baegopa!”kata Chella sambil memegang perutnya dan menatap Lian dengan mem-pout-kan(?) bibirnya
“arra-arra”ujar Lian mengerti, Chellapun tersenyum. Baru saja ingin
pergi ke kantin, tiba-tiba sebuah pemandangan di depan mereka yaitu Nina
yang merupakan murid baru itu
berjalan kearah Jin yang sedang duduk di tempatnya itu membuat kedua yeoja
tersebut menghentikan langkah mereka.
“Kim Seok Jin”panggil Nina, membuat sang pemilik nama itu menatap kearahnya. Chella yang
melihat itu memperhatikan dengan seksama apa yang akan dilakukan yeoja itu
“oo, nona Park, ada yang bisa dibantuh?”Jin menjawab sekaligus bertanya pada Nina
“Ada! eum bisakah kamu mengantar
aku ke kantin? aku baru kali ini berada di sekolah ini dan belum tahu
banyak tentang sekolah ini termasuk tempat-tempat yang ada
di sekolah ini”jawab serta tanya Nina, sebenarnya dia bisa saja menghubungi Fanny agar mengantarnya ke kantin
tapi tak dilakukannya mengingat ini merupakan saat yang sangat ditunggu olehnya
“ah~ baiklah, kajja! biar ku antar”kata Jin mengiyakan kemudian berdiri dari tempatnya membuat Nina
tersenyum, dia sangat senang sekarang karena Jin mau memenuhi keinginannya, dia
sempat berpikir jika Jin akan menolaknya, tapi ternyata tidak, ternyata dia
sangat baik dan ramah, membuat Nina semakin mengagumi namja tampan itu. Mereka berduapun berjalan bersama keluar
kelas, membuat Chella menghembuskan nafas
kasar, entah mengapa dia merasa kesal sekarang
“apa yeoja baru itu mengenal
Jin?”tanya Lian pada Chella tanpa menatap
yeoja itu
“sepertinya begitu!”jawab Chella ketus membuat Lian menatap kearahnya
“cemburu yah?”Lian menggoda
Chella yang terlihat sedang kesal itu
“ani, mungkin jealous!”jawab
Chella membuat Lian menatapnya gemas
“sama aja keles”ujar Lian
“eonni apa menurutmu yeoja itu genit?
Tadi dia berlaku seperti fangirl yang genit!”tanya Chella sambil menatap Lian
“aigoo kau ini, bukan karena kamu
tak suka dengannya kamu dengan gampang bilang dia genit, dia tak genit
tahu…”jawab Lian
“terus apa?”tanya Chella saat
Lian menggantungkan kalimatnya
“hanya fangirl saja, sama
denganmu tapi bedanya itu kamu tak seberani dia, itu saja”jawab Lian menyampaikan
pemikirannya
“ani, dia genit! Kamu hanya tak
lihat saja tadi, dia saat duduk di tempat duduknya waktu selesai memperkenalkan
diri dia menatap Jin lama kemudian tersenyum tak jelas terus tadi dia mengajak
Jin sambil senyum-senyum tak jelas, itukan genit namanya”Chella mulai aksi
protesnya
“hei..hei, kamu pikir kamu tak
begitu hah? Hanya saja kamu tak berani mengajaknya!”ujar Lian
“tapi aku tak genit
sepertinya”Chella kembali protes
“aigoo Chella-ya kamu memang tak
mau kalah, terserah dah kamu mau beranggapan apa! lebih baik kita
ke kantin sekarang dari pada kita terus
berdebat! bukannya kamu bilang
tadi kamu laparkan? kalau begitu sekarang kita ke
kantin!”tutur Lian tak mau lama-lama berdebat lalu berjalan lebih dulu.
“yah Kang Lian changkaman!”seru Chella kemudian berjalan menyusul Lian yang lebih dulu berjalan.
***
Chanyeol berjalan mendekati Riri yang menatap dirinya dengan ekspresi shock. Kini keduanya
berdiri saling berhadapan.
“ka..kau.. kenapa kau bisa
disini?”tanya Riri masih shock sedangkan Chanyeol
menatapnya cukup lama.
“kau masih cengeng, tsk! Bahkan
wajahmu sangat menyeramkan sekarang! Lihatlah matamu
itu, merah sekali, hidungmu juga, dan bukan hanya itu bahkan wajahmu merah.
Astaga, kau benar-benar terlihat menyeramkan~”ujar Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk bagian
wajah Riri, Riri yang tadinya menghentikan tangisnya kini kembali
menangis, bahkan lebih keras.
“HUA..HUA..HUA”mendengar itu, Chanyeol terlonjat kaget
“ya..yah.. kenapa kamu malah menangis lagi eoh?”tanya Chanyeol mulai panik, bukannya menjawab, Riri
malah menangis lebih keras
“Yah Tuhan Kwon Riri uljimayo”bujuk Chanyeol semakin panik saat Riri tak
menjawab, yeoja itu
masih sibuk menangis
“Yah Kwon Riri uljima! bagaimana kalau ada yang berfikir yang tidak-tidak saat
mendengarmu menangis? Jebalyo”bujuk
Chanyeol sambil menatap sekitar mereka, namun tak membuat Riri menghentikan tangisnya.
“aigoo, eottokhae?”Chanyeol menggaruk kepalanya sangking
bingungnya
***
Mona berdiri di depan ruang latihan dance. Dia kembali
mengunjungi tempat itu, dengan tujuan yang sama.
“di mana dia?”tanyanya entah pada siapa sambil
menengok ke dalam ruangan
yang kosong itu.
“apa dia tak latihan hari ini?”dia masih bertanya sambil terus mencari orang yang dia harap berada di dalam ruangan yang kosong itu
“sedang apa kau di sini?”tiba-tiba saja sebuah pertanyaan dari suara namja yang tak lain adalah orang yang dicarinya itu membuat dia membeku ‘J-Hope-oppa!’batinnya
“memalukan”dia menggumam. Dengan perlahan dia membalikkan badannya. Dengan senyum menahan malu, Mona menyapa namja itu saat
dia menatapnya.
“a..annyeong oppa”
“annyeong Mon..Mona, Lee Mona.. aku tak salah sebut namakan? “J-Hope membalas sambil bertanya
“nde, tidak”jawab Mona sambil
tersenyum
“kenapa kamu menengok ke dalam?”tanya
J-Hope, karena tadi dia melihat yeoja
itu menengok ke dalam ruangan itu
“i..itu karena aku mencarimu oppa!”jawab Mona –jujur-
“mencariku? untuk apa?”tanya
J-Hope lagi
“eum aku sempat membaca brosur yang
dibagikan oleh orang, di dalam brosur itu tertulis bahwa akan diadakan lomba dance, aku lupa
meletakan brosur itu di mana, jadi aku ingin memberitahukan hal itu padamu oppa, mungkin oppa tertarik?”jawab Mona menjelaskan apa yang ingin disampaikannya. Mona menatap
J-Hope ragu-ragu.
“lomba dance?
tentu aku mau, kapan?”jawab serta tanya J-Hope, namja
itu terlihat sumringah membuat Mona senang
“30 Desember oppa, kau masih punya waktu 1 bulan untuk
latihan!”jawab Mona, seketika itu juga senyum diwajah J-Hope memudar, melihat
itu dengan cepat Mona bertanya:
“waeyo?”
“30 Desember? Itu ulang tahun Taehyung, aku tak bisa
ikut!”jawab J-Hope dengan ekspresi sedih
“begitu yah”ujar Mona, yeoja itu sedikit kecewa
“mianhae Mona-ya, aku tak bisa”sesal
J-Hope dengan ekspresi bersalah
“gwenchana oppa”kata Mona sambil tersenyum saat menatap
J-Hope
“gumawo karena sudah
memberitahukan informasi itu padaku. Sekali lagi aku
minta maaf karena tak bisa mengikuti lombah itu”ujar J-Hope
“nde, gwenchana oppa”tanggap Mona ‘sayang sekali’batin
Mona.
“aku ingin latihan sekarang, apa
kamu ingin masuk?”tanya J-Hope menawarkan sambil menunjuk ruangan itu.
“nde”jawab Mona mantap masih dengan senyum
“kajja”kata J-Hope, keduanyapun
masuk ke dalam ruangan
tersebut.
***
@Canteen… Eyli, Lian & Chella terlihat duduk di salah satu tempat yang ada di ruangan itu. Mereka berbincang-bincang,
sebenarnya tak bisa dibilang ‘mereka’ karena hanya Eyli
dan Lianlah yang berbincang sedangkan Chella hanya diam. Dia lebih memilih menatap Jin dan Nina yang duduk tak jauh
dari tempat mereka. Mereka asik
dengan kegiatan mereka sampai Jimin & Jungkook datang dan menginstrupsi kegiatan mereka tersebut.
“boleh gabung?”tanya Jimin meminta izin, serempak ketiga yeoja itu menatap kearah mereka berdua.
Lian yang menatap Jungkook itu langsung diam sedangkan Jungkook terlihat santai, seperti tak ada
sesuatu yang terjadi –masih Jungkook yang sama-. Chella menengok kearah Lian
dan Jungkook secara bergantian. Chella mendengus lalu menatap kearah lain.
“tentu saja”jawab Eyli dengan suka rela tak lupa dengan
senyum tentunya. Jimin dan Jungkookpun
duduk di tempat yang kosong yang ada di situ lalu
meletakkan makanan mereka di atas meja.
“sepertinya kalian sudah selesai makan!”ujar Jimin saat
melihat piring kosong di atas meja.
“nde, kami baru saja selesai makan. Kalian makanlah!”jawab Eyli sambil mempersilahkan kedua
namja itu makan, sepertinya yeoja itu dalam keadaan mood yang baik,
berbeda dengan Chella. Setelah itu
keadaan menjadi hening, tak ada yang
bersuara. Lian sesekali mencuri pandang pada Jungkook yang sedang makan itu,
pipinya seketika merona saat mengingat kejadian kemarin ‘padahal hanya kejadian
seperti itu, tapi kenapa pipiku terasa panas’batin Lian, refleks dia memegang
pipinya. Akhirnya kedua namja itu menyelesaikan kegiatan mereka –makan
@Nina&Jin Place…
“jadi kamu sepupunya Park Fanny?
Pantas saja kalian sedikit mirip”kata Jin menanggapi ketika Nina selesai
bercerita, membuat Nina tersenyum ‘terus kenapa mengajaku bukannya Fanny? Toh
Fanny juga tahu letak kantin!’batin Jin. Jin membalas senyuman Nina sampai
matanya terhenti pada sudut bibir yeoja itu
“eumm Nina, ada butiran nasi di
sekitar mulutmu”kata Jin sambil memperhatikan butiran nasi itu
“jeongmal?”tanya Nina terbelalak,
Jin mengangguk sebagai jawaban ‘yah Tuhan memalukan sekali’batin Nina, dia
mengusap sekitaran mulutnya, namun butiran itu tak juga disingkirkannya karena
tak tersentuh olehnya
“bukan di situ, di sudut”kata Jin
mengarahkan sambil menunjuk butiran itu berada, Nina mengusap kembali sekitar
mulutnya
“sudah?”tanya Nina lagi
“ani, masih ada, usap di situ”jawab
Jin sambil menunjuk sudut bibir yeoja itu tapi Nina tak juga kunjung mengusap
di mana butiran itu berada, Jin kasihan karena Nina tak bisa membersihkan
butiran itu dari bibirnya, dengan ragu Jin mengulurkan tangannya lalu mengusap
sudut bibir Nina yang ada butiran nasi itu, yeoja itu terperangah sambil
mengerjap-ngerjapkan matanya
“aku haus!”seru Chella memecahkan keheningan di tempatnya dan teman-temannya itu (Chella
cs Place) mereka –Lian, Eyli, Jungkook dan Jimin-
menatap kearah Chella. Ekspresi Chella dingin,
sebenarnya dia tak haus, hanya saja tenggorokannya terasa kering saat melihat Jin yang mengusap butiran nasi yang
berada di sudut bibir Nina itu. Yah, Chella
sedari tadi memperhatikan kedua orang itu yang duduk sendirian, seperti
pasangan kekasih. Dengan Cepat
Chella berdiri dari tempatnya.
“biar aku saja”cegah Lian saat Chella baru saja ingin
melangkah
“mwo?”Chella mengernyit
heran
“biar aku saja yang mengambil minuman untukmu, air mineralkan? changkaman!”kata Lian menjelaskan lalu berjalan lebih dulu, membuat Chella menatap dia bingung
“ada apa dengannya?
tumben sekali!”ujar Chella heran, bukan hanya Chella yang menatap Lian, bahkan yang lain –Eyli, Jungkook dan Jimin- juga menatap kearahnya.
Baru beberapa langkah Lian berjalan tiba-tiba saja
tubuhnya ambruk di lantai saat tubuh berisinya bertabrakan dengan sekelompok
yeoja, alhasilnya minuman yang dipegang yeoja yang bertabrakan dengan Lian itu tumpa dibaju Lian. Dejavu terjadi, semua penghuni kantin itu menatap kearah mereka. Chella yang masih berdiri di tempatnya
itu bahkan berteriak:
“EONNI!”dia dan lainnya kaget melihat
Lian yang ambruk itu
“ARGH”jerit Lian
“YAH NEO PABOYA? APA KAU TAK MELIHAT KALAU AKU SEDANG
BERJALAN HAH?”teriak yeoja yang bertabrakkan dengan Lian itu. Lian menatap sekelompok yeoja itu yang
tak lain adalah Jeyeon, Bomi dan
Naeun. Mereka adalah
yeoja populer nan sombong di sekolah itu ‘kau
berurusan dengan orang yang salah Lian-ah!’batin Lian.
“hei nona tak perlu berteriak seperti itu!”seru seseorang
yang tiba-tiba menginstrupsi kegiatan mereka berempat. Orang
tersebut berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan kearah mereka. Lian yang melihat
itu sukses membulatkan matanya, bukan hanya dia saja, Chella
dan yang lainnya juga ikut terkejut saat melihat
orang yang sedang berjalan ke TKP
“Joon Jungkook!”ucap Naeun saat orang itu tiba di hadapan mereka.
“dia tak sengaja menabrak kalian, lagian dia sudah sangat
menyedihkan dengan minuman yang tumpah ke bajunya itu, jadi kalian tak perlu
berteriak seperti itu padanya!”tutur Jungkook
setengah mengejek sepertinya
“tapi dia harus bertanggung jawab, minumanku tumpah karena
dia!”ujar Jiyeon tak terima
“aku akan menggantinya!”kata Jungkook, membuat keempat yeoja itu terkejut setengah mati
“MWO?”seru ketiga yeoja itu -Jeyeon
cs-, mereka tak terima
“Jungkook”gumam Lian masih melantai (kasihan sekali :D) dengan ekspresi terkejut
tentunya
“yah Joon Jungkook, kamu bilang
apa tadi?”tanya Bomi seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi
“aku akan menggantinya!”kata Jungkook untuk kedua kali
“kenapa kamu harus buang-buang
uang hanya untuk yeoja seperti dia?”seru Naeun sambil menunjuk Lian
“shireo! dia yang
menumpahkan minumanku, jadi dia yang
harus menggantinya!”tambah Jeyeon yang tak rela jika harus
membiarkan Lian begitu saja
“aku bilang aku yang akan menggantinya! Lagian, aku atau dia yang menggantinya tak ada
bedanya!”kata Jungkook mengegaskan ekspresi
serius
“ta..tapi…”Jeyeon berujar tapi
tak dilanjutkannya ketika Jungkook berjalan mendekatinya. Namja itu merogoh
dompet di sakunya lalu mengeluarkan sejumlah uang, hal itu membuat Jeyeon
terbelalak lalu berseru:
“Jungkook!”Jungkook meraih tangan Jeyeon kemudian menyerahkan uang tersebut ke tangan
yeoja itu.
“sekarang sudah lunas! Jadi kuharap
kalian tak mengungkit masalah ini lagi!”kata Jungkook memperingatkan
“MWO?”untuk kesekian kalinya
Jeyeon berseru tak terima, namun hal itu tak membuat Jungkook menghiraukannya, dia menatap Lian yang melantai itu. Melihat itu Jeyeon menghembuskan
nafasnya dengan kasar sambil menatap tajam Lian, begitu juga dengan Naeun dan
Bomi sedangkan Jungkook dan Lian saling
pandang. Sampai akhirnya Jungkook memutuskan untuk menatap kearah lain. Dengan
gaya yang mempesona, Jungkook membuka jasnya lalu berjongkok di hadapan Lian, yeoja itu semakin terkejut.
Dengan perlahan Jungkook menyelimuti(maaf kalau salah?
^^V) tubuh Lian dengan jas miliknya (backsound berjalan Ost The Heirs (Lee Hong Ki – I’m Saying #author eksis :D).
Yang lain mengangah melihat kejadian itu, namun Chella-lah yang paling shock di situ. Jungkook kembali berdiri kemudian berkata dengan nada
memerintah:
“berdiri!”dia mengulurkan tangannya, Lian
mengerjap-ngerjapkan matanya lalu meraih tangan
namja tampan itu kemudian ikut berdiri.
“kamu harus
membersihkan dirimu, kajja!”ujar Jungkook tanpa ekspresi lalu berjalan menuntun Lian sambil memegang kedua bahu yeoja itu untuk
menahan agar jasnya tak melorot
“omo, ige mwoya?”seru Bomi tak percaya dengan
apa yang dilihatnya
“my Jungkook memeluk yeoja j**** itu #mian”tambah
Naeun masih shock
“apa Jungkook gila, membantu yeoja itu?”tambah Jeyeon, ketiga
yeoja itu berujar dengan perasaan kesal bukan main.
“oh my...”seru Chella masih shock, yeoja itu belum
beranjak sedikitpun dari tempatnya bahkan dia melupakan hal yang sempat
membuatnya kesal tadi.
“Jungkook romantis sekali!”ujar Eyli dengan mata berbinar ketika memperhatikan betapa kerennya Jungkook saat membantu Lian tadi
“cih~ masih aku lebih romantis!”protes Jimin, dia tak terima
yeojanya memuji namja lain.
“kau cemburu sekali oppa”kata Eyli sambil menatap Jimin
“ani, untuk apa aku cemburu, toh aku jauh lebih romantis
dari padanya!”Jimin membantah dengan ekspresi
asam.
“cih~”Eyli mencibir, namun tetap tersenyum. Eyli menatap
geli Jimin yang seperti itu –cemburu-
***
Kini Chella berjalan
sendirian ke kelas, yah sejak
kejadian tadi di kantin dia harus rela berjalan sendiri karena Lian sedang bersama Jungkook sekarang, yah walaupun dia tak tahu mereka berdua ada di mana sekarang. Chella
menghembuskan nafas berat
“Chella!”panggil seseorang dari belakang, Chellapun menoleh
kebelakang. ‘yeoja ini, bagaimana bisa dia tahu namaku?’batin Chella
“apa kau melihat Jin?”tanya yeoja itu saat dirinya berdiri di dekat Chella ‘kenapa dia
menanyakan namja itu padaku? Seakan-akan kita akrab saja!’pikir Chella
“tadi dia ada di kantin!”jawab Chella seadanya tanpa ekspresi, dia kembali mengingat kejadian yang
menjengkelkan saat mendengar kata ‘kantin’ sepertinya dia mulai tak menyukai
tempat itu, mengingat banyak hal yang kurang menyenangkan yang terjadi
belakangan ini, yah walaupun begitu dia tetap harus ke tempat itu setiap berada
di sekolah, karena dia tak tahan jika harus menahan lapar.
“benarkah? Tadi aku baru saja dari kantin, tapi aku tak
melihatnya di sana!”kata yeoja itu
“tapi tadi aku
melihatnya di sana, mungkin dia sudah pergi!”ujar
Chella menjelaskan
“sepertinya, kalau begitu bisakah aku meminta
bantuanmu?”tanya yeoja itu lagi
“apa?”bukannya menjawab, Chella malah bertanya
“tolong berikan ini pada Jin!”jawab yeoja itu sambil menyerahkan buku berwarna merah
“eum.. ini…”kata Chella sedikit berpikir
“ini buku milik Jin yang ku
pinjam, aku ingin mengembalikan buku miliknya, tapi dari tadi aku tak
menemukannya, nah karena kalian teman sekelas jadi ku pikir aku bisa menitipkan
ini padamu, bisakan?”kata yeoja itu menjelaskan diakhiri dengan kalimat tanya,
Chella terlihat berpikir
“eottae?”tanya yeoja itu untuk
kesekian kalinya, Chella menatap yeoja itu sedikit menahan nafas kemudian
tersenyum dan berkata:
“baiklah”yeoja itu tersenyum
kemudian berkata:
“gumawo Chella”Chella membalasnya dengan
tersenyum
“nde, ceonma Suzy!”yeoja yang
diketahui bernama Suzy itu tersenyum kemudian berkata:
“kalau begitu aku pamit nde?”Chella
mengangguk sebagai jawaban, yeoja itupun berjalan meninggalkan Chella. Chella menatap Suzy yang semakin menjauh itu kemudian berpikir
“aih, kenapa harus aku sih? Lagian kenapa juga aku
mengiyakan permintaannya, jadinya kan gini! Padahal aku
sedang tak ingin bertemu dengannya sekarang!”tutur Chella bersungut-sungut
“bertemu dengan siapa?”tiba-tiba seseorang bertanya dari arah belakang
“omona!”seru Chella terlonjat kaget saat mendengar suara yang membuat jantungnya hampir melompat dari tempatnya
itu
“ka..kau…”kata Chella terbata-bata
saat menatap orang yang tiba-tiba bertanya itu
To Be Continue :)
Akhirnya setelah sekian lama
kelar juga Part 15 B-nya. Mian jika tak
sesuai dengan keinginan para readers, fellnya gak dapat maklum author masih
dalam tahap belajar dan mohon maaf jika lama post. Sekali lagi author minta maaf sekaligus
terima kasih karena mau membaca FF aneh nan gaje ini. Harap tak bosan nde? kritik
dan saran sangat diperlukan demi
kelanjutan FF ini, see you next part reader’s ;)
#Sekedar
saran, kalau baca part ini bisa sambil dengar OSTnya The Heirs and Moon Lovers,
soalnya author ketik FF ini sambil dengar OST kedua Drama itu#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar