Kamis, 28 Desember 2017

Love You (Chapter 9)

Author                   :         Choi Im Kim ^^


Main Cast              :         Im Chella (Chella), Kang Lian (Lian), Park Nina (Nina)


Cast                       :         Park Fanny (Fanny), Kim Eyli (Eyli), Kwon Riri (Riri), Lee Mona (Mona)Bangtan Boys (BTS), EXO And other cast..


Genre                     :         School Life, Romance, Friendship, Drama, Sad


Length                   :         Chaptered


Disclaimer             :         THIS FANFICTION IS MINE. MOHON UNTUK TIDAK MENGCOPY / MENGGANDAKAN / ME-REMAKE / MENCONTEK FANFICTION INI. THANK YOU ^^



Jangan lupa kritik dan sarannya yah ;) happy reading FF Lover’s \^0^/



MAAF KALAU KETEMU TYPO :D




-  LOVE YOU CHAPTER 9

“baiklah seongsaenim, kalau begitu saya permisi”pamit Chella sebelum berjalan meninggalkan ruang guru tersebut. Yeoja itu berjalan menelusuri koridor sekolah yang mulai sepi, karena mengingat pelajaran sudah dimulai. Chella memasukan kedua tangannya kedalam saku jasnya. Dia berjalan sambil bersenandung.
 

“chogiyo!”langkah yeoja itu terhenti ketika seseorang memanggilnya. Chellapun berbalik menatap kearah yang memanggil. Orang yang memanggilnya ternyata seorang yeoja yang merupakan sunbaenya. Yeoja itu berjalan kearah Chella.
 

bisakah kau membantuku? aku perlu bantuanmu!”tanya sunbae itu pada Chella, Chella mengangkat kedua alisnya!

***

Chella kini berdiri di depan pintu ruang osis sambil menatap malas pintu tersebut

~Flashback~
aku disuruh membawa ini keruang osis, tapi aku tak bisa membawanya, karena aku harus mengikuti ujian sekarang, bisakah kamu membantuhku membawanya?kata yeoja itu memohon pada Chella.
 

“ru..ruang osis?tanya Chella dengan ekspresi terkejut mendengar kata ruang osis ‘Seokjin ada diruang osis sekarang! Kalau aku mengantarkan ini keruang osis pasti aku bertemu dengannya’batin Chella

“kamu kenapa?”tanya yeoja itu saat melihat perubahan ekspresi Chella

“a..aniyo”jawab Chella lalu tersenyum, dia membayangkan kalau nantinya dia akan bertemu dengan namja itu, mengingat sekarang namja itu tidak ada di kelas karena ada keperluan osis yang harus diurusnya.
 

jadi apa kamu bisa?”tanya sunbae itu lagi

“nde”jawab Chella lagi dengan senyum
 

“gumawoyo, ini!”kata sunbae itu sambil menyerahkan berkas osis kepada Chella.

“sekali lagi terimakasih yah”ucap yeoja itu kemudian melangkahkan kakinya, namun baru beberapa langkah yeoja itu berhenti kemudian berbalik dan berkata:
 

ah aku lupa, tolong serahkan itu pada sekertaris osis nde!dia tersenyum lalu kembali melangkah membuat Chella terdiam ditempatnya ‘sekertaris osis? Yah Tuhan kenapa harus dia sih? Ah aku lupa, bahkan jika benda ini harus diserahkan pada ketua osis tetap saja aku akan bertemu dengan sekertaris osis bukan? aigoo kenapa aku sampai lupa sih? Kalau tahu begini aku tolak saja tadi! eish, menyebalkan’batin Chella, entah kenapa dia sedikit kesal mendengar tentang yeoja itu, mungkin cemburu! diapun kembali melangkahkan kakinya.
~Flashback END~

Dia terlihat ragu mengetuk pintu ruang tersebut.
 

“haish, apa yang kau lakukan Chella-ya? Ketuk pintunya sekarang, apa lagi yang kamu tunggu huh?”katanya pada dirinya sendiri. Dia mengangkat tangannya, mengepalkan tangannya kemudian mengambil ancang-ancang mengetuk pintu.
 

“hahhh.. aku tak bisa!”serunya frustasi. Dia terlihat menyentak-nyentakkan kakinya.
 

“tarik nafas Chella, okay tarik nafasmu! Kamu hanya perlu mengetuk pintunya dan masuk, lalu menyerahkan benda sial ini pada sekertaris osis kemudian keluar! Okay, hwaithing!”katanya lagi. Dia kembali mengambil ancang-ancang mengetuk pintu.
 

“astaga Chella, kamu hanya perlu mengetuk pintunya, apa susahnya eoh?”dia merutuki dirinya yang sedari tadi tak bisa mengetuk pintu ruang osis.
 

“kenapa kamu bicara sendiri eoh?”tiba-tiba suara namja membuat Chella terlonjat kaget.
 

OMONA!”serunya sambil mengelus dadanya. Namja itu mengernyitkan dahi, melihat respon Chella yang menurutnya berlebihan.
 

“apa yang kamu lakukan di depan ruang osis diwaktu jam pelajaran sedang berlangsung huh?”tanya namja itu, Chella terlihat berfikir ‘astaga kenapa aku bertemu dengan namja ini?’batin Chella.
 

“hei jawab pertanyaanku, apa kamu tuli?”Chella tersentak untuk kedua kalinya.
 

“eum a..aku disuruh mengantarkan ini pada sekertaris osis sunbae!”jawab Chella gugup. Namja itu menatap benda yang berada ditangan Chella. Detik berikutnya dia kembali menatap wajah Chella.
 

“lalu kenapa kamu seperti orang gila di depan pintu ruang osis, kenapa tak masuk saja?tanya namja itu lagi. ‘itu masalahnya sunbae, aigoo banyak tanya sekali!’batin Chella.
 

“ba..baru saja aku ingin masuk eh sunbae tiba-tiba datang.. yah ketunda deh!”jawab Chella sambil nyengir tak jelas. Namja itu memasang ekspresi datar.
 

“kamu pikir aku bodoh huh? Dari tadi aku melihatmu hanya berdiri terus berujar tak jelas seperti orang gila. Dasar, beralasan lagi!”kata namja itu sinis, Chellapun mempoutkan bibirnya. CKLEK dan tiba-tiba pintu ruang osis terbuka, membuat pembicaraan kedua orang itu terhenti.
 

“Baekhyun sunbae apa yang kamu lakukan disini? dan kau..”kata seorang yeoja yang bernametagkan Bae Soo Ji itu, sambil menatap namja yang dipanggilnya Baekhyun lalu berakhir pada Chella. Yeoja yang kerap dipanggil Suzy itu menatap Chella sambil berfikir, dia berusaha mengingat nama yeoja yang akhir-akhir ini sering dilihatnya.
 

“Chall...Chell..”kata Suzy, berusaha keras berfikir nama yeoja yang berdiri di hadapannya sekarang.
 

“Chella”kata Chella meneruskan perkataan Suzy.
 

“ah yah Chella... apa yang kalian berdua lakukan disini?”tanya Suzy, kedua orang yang ditanya itu saling memandang.

“yeoja ini ingin masuk dan memberikan benda itu padamu, tapi entah kenapa dari tadi dia tak masuk, malah berdiri dan berlaku seperti orang gila”jawab Baekhyun tanpa melepas pandangannya dari Chella, Suzypun kini menatap Chella. Chella yang mendengar itu dengan cepat menatap tajam Baekhyun.
 

“kenapa kamu menatap aku seperti itu huh?”tanya Baekhyun tak suka dipandang Chella seperti itu. Chella menghembuskan nafas kasar, tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun dia menatap Suzy yang sedari tadi menatap mereka berdua secara bergantian.
 

“aku disuruh menyerahkan ini padamu”kata Chella sambil memberikan benda yang dititipkan tadi padanya. Suzypun meraih benda itu.
 

ah ini rupanya, gumawo”kata Suzy sambil menatap Chella, Chella mengangguk.
 

“haish anak ini tak sopan sekali!”kata Baekhyun jengkel tak ditanggapi tadi.
 

“kalau begitu aku permisi!”pamit Chella. Tanpa menunggu respon dia dengan cepat melangkah pergi.
 

“heih anak itu benar-benar..”decak Baekhyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Suzy hanya menatap punggung Chella yang semakin menjauh itu.

***

“siapa tadi?”tanya Seokjin saat Suzy duduk di tempat duduknya.
 

“Baekhyun sunbae & classmatemu”jawab Suzy tanpa menoleh. Dia lebih fokus pada benda yang berupa berkas osis yang diberikan padanya tadi.
 

“classmateku, nugu?”tanya Soekjin lagi
 

“Chella”jawab Suzy lalu menatap Seokjin. Seokjin terlihat terkejut mendengar jawaban Suzy.
 

“Chella? kenapa dia kemari?”tanya Seokjin lagi.
 

“dia menyerahkan ini padaku!”jawab Suzy sambil mengangkat berkas yang dipengangnya lalu kembali keaktivitasnya tadi.
 

“Lalu dimana dia sekarang?”tanya Seokjin untuk kesekian kalinya.
 

“sudah pergi”jawab Suzy tanpa memandang kearahnya. Seokjin terlihat berfikir. Detik berikutnya dia berdiri dari tempat duduknya membuat Suzy mau tak mau menatap kearahnya sekarang.
 

“mau kemana?”tanya Suzy
 

“aku harus kembali kekelas!”jawab Seokjin kemudian berjalan. Suzy mengernyitkan dahinya.
 

lalu bagaimana dengan ini? inikan belum selesai!tanya Suzy tak mengerti
 

“nanti kita lanjutkan lain waktu, kamu bisa kembali kekelasmu sekarang!”jawab Seokjin lalu menutup pintu.
 

tapi inikan harus dikumpul hari ini, YAH KIM SEOK JIN!!”kata Suzy diakhiri dengan teriakan kesalnya.

“yah Tuhan anak itu benar-benar bikin kesal yah! Tadi dia mendesak aku untuk menyelesaikan ini semua tapi sekarang dia menyuruhku untuk mengerjakannya lain waktu padahal ini harus diselesaikan hari ini juga, dasar ****!”kata Suzy kesal

***

Lian yang masih terkejut melihat siapa yang menabraknya, hanya bisa terdiam tanpa mampu berkata. Orang yang menabraknya tak lain adalah namja yang membuat dirinya menitihkan air mata kemarin. Jungkook, namja itu dengan segenap kekuatan kembali mengumpulkan kesadarannya. Diapun berdiri lalu menatap Lian yang menatap dirinya juga.
 

“mianhae, biar ku bantuh!”kata Jungkook meminta maaf, bukan seperti yang diinginkan Lian. Namja itu berkata dengan nada suara yang terkesan dingin. Walaupun begitu, Jungkook mengumpulkan buku-buku yang berserakkan itu. Lianpun ikut mengumpulkan buku yang lainnya dan tak sengaja tangan mereka bersentuhan. Keduanya terdiam sambil menatap posisi tangan mereka yang bersentuhan, detik berikutnya entah siapa yang memulainya, kedua tangan mereka tak lagi bersentuhan. Keduanya kembali mengumpulkan buku-buku yang berserakkan itu. Setelah selesai, keduanya kembali berdiri. Jungkookpun berkata:
 

“ini!”sambil menyerahkan buku-buku itu ketangan Lian. Lian sedikit bergerak mengimbangi berat buku yang ada ditangannya. Lian menatap Jungkook tak lama.
 

“gumawo”kata Lian berterimakasih, Jungkook hanya mengangguk lalu menatap kearah lain. Tak ingin berlama-lama, Lianpun melangkah pergi. Jungkook yang masih di tempat itu, berbalik menatap punggung yeoja itu yang semakin menjauh.
 

“sepertinya dia kesusahan membawa buku sebanyak itu!”kata Jungkook memperhatikan jalan yeoja itu. Dan benar saja tak lama kemudian salah satu buku jatuh. Lianpun berhenti lalu mencoba berjongkok meraih buku yang jatuh itu, sialnya bukannya meraih buku itu malahan buku-buku yang lainnya ikut-ikutan jatuh.
 

“aigoo”Jungkook yang dapat mendengar kata-kata yeoja yang kini sibuk dengan buku yang berjatuhan itu hanya menggelengkan kepalanya.
 

“dasar ceroboh!”katanya lalu berbalik melangkahkan kakinya. Namun baru beberapa langkah dia kembali mendengar suara yeoja itu.
 

“HAISH, MENYEBALKAN SEKALI!”diapun berhenti dan menghembuskan nafas dengan kasar, saat itu juga namja itu berbalik kemudian berjalan kearah Lian. Lian, yeoja itu sedang sibuk dengan buku-buku yang berantakan itu kini berhenti ketika dilihatnya namja dengan ekspresi datar berdiri dihadapannya. Jungkook berjongkok lalu meraih buku-buku itu, Lian yang melihat itu melakukan hal yang sama. Ketika selesai keduanya berdiri.
 

“lain kali ajak teman-temanmu supaya tak repot begini. Merepotkan saja!”setelah berujar, Jungkook melangkah mendahului Lian.
 

“aigoo, siapa juga yang menyuruhnya membantuku! Kalau saja bukan orang yang kusuka, sudah kuteriaki dia dari tadi!”Lian mengerutu lalu mengikuti Jungkook yang lebih dulu berjalan.

***

@Tingkat 2-1... Lian dan Jungkook kini berdiri di depan pintu tersebut. Jungkook memandang kelas tersebut dengan pandangan aneh.
 

“apa aku juga harus masuk?”tanyanya pada diri sendiri, namun masih bisa didengar oleh yeoja yang ada disampingnya. Mendengar itu, Lian dengan cepat menoleh.
 

“tak usah, biar aku saja yang membawa buku-buku ini kedalam. Terima kasih sudah membantu!”kata Lian, Jungkook menatap Lian yang hendak mengambil tumpukan buku yang ada ditangannya.
 

“tak usah biar aku yang antar sampai di dalam. Lagian nanggung! Kamu bawa itu saja, biar aku yang bawa ini!”kata Jungkook sambil menggerakkan tangannya yang penuh buku kekanan, seakan tak menginzinkan Lian mengambilnya.
 

“tapi..”
 

“aku bilang, aku yang bawa! Tak perlu membantah bisakan?”kata Jungkook ketus, membuat Lian mau tak mau menghentikan kegiatannya itu. Jungkook kembali menatap kearah pintu kelas tersebut. ‘aku tak tahu kalau dia bermulut tajam, bicaranya tak sopan! Padahal aku sunbaenya.. jeongmal!”batin Lian, Lian dibuat kesal dengan ucapan Jungkook padanya. Baru saja ingin melangkah, tiba-tiba seseorang menghentikan mereka. Mau tak mau, kedua orang itu menoleh kearah suara orang tersebut.
 

“eonni, Jungkook!”seru orang itu, lebih tepatnya yeoja itu. yeoja dengan rambut diikat setengah itu, yang bernametagkan Im Chella saat berjalan mendekati kedua orang itu.
 

“Chella”dengan kompak Lian dan Jungkook menyebut nama panggilan yeoja yang kini berhenti di sebelah mereka.
 

“wow kompak sekali!”kata Chella sedikit membulatkan matanya, namun kembali seperti semula. Jungkook dan Lian saling berpandang, namun kembali memandang Chella, mungkin malu begitu atau apalah.. mata Chella yang tadinya memandang wajah kedua orang itu kini beralih kearah tumpukkan buku yang berada di atas kedua tangan mereka.
 

“apa itu?”tanya Chella sambil menatap tumpukan buku.
 

hot dog!”jawab Jungkook, membuat dirinya ditatap datar oleh Chella sedangkan Lian yang melihat itu berusaha menahan tawanya

“bukulah pakai tanya lagi!”tutur Jungkook

“aku juga tahu itu buku”ujar Chella sedikit kesal

“itu tahu kok pakai tanya!”seru Jungkook membuat Chella gemas, melihat itu Lianpun berkata:

ini buku-buku untuk bahan kelompok yang aku pinjam di perpus”

“ah seperti itu!”ucap Chella mangut-mangut
 

“lalu kenapa kalian bisa bersama? Kita tidak ada kerja kelompok dengan tingkat 1 kan?”tanya Chella sambil menatap kedua orang itu secara bergantian.
 

“tentu saja tidak, kami hanya kebetulan bertemu di jalan”jawab Lian, Jungkook hanya menutup bibir rapat enggan bersuara, karena Lian yang menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Chella.
 

“kebetulan bertemu di jalan dan Jungkook memberi bantuan padamu, begitukan?”tebak Chella, Lian membulatkan matanya sedangkan Jungkook hanya memasang ekpresi datar.
 

“a..aniyo, tadi kami tak sengaja bertabrakan dan Jungkook membantuku membawa buku-buku ini”jawab Lian sesudah menggelengkan kepala ‘mana mau dia membantuku kalau hanya kebetulan bertemu, yang ada dia hanya berjalan cuek tanpa memandang kali!’Lian membatin. Chella mengernyit namun kemudian menganggukan kepala.
 

“apa yang kalian lakukan di depan kelas?”tiba-tiba suara namja menginsterupsi pembicaraan dari ketiga orang itu. Mereka bertiga menatap namja yang tiba-tiba datang itu. Chella, yeoja itu terbelalak melihat namja yang ada di hadapannya sekarang. Namja yang ingin ditemuinya sejak tadi. Karena sejak pagi dia belum bertemu dengan namja itu. ‘aigoo, tadi Chella sekarang Seokjin hyung, kalau begini terus kapan buku ini bisa dibawa masuk?’batin Jungkook, namja itu memutar bola matanya ‘eh ternyata Seokjin toh, kupikir siapa’batin Lian ‘yah Tuhan kenapa saat menatapnya jantung ini bekerja dua kali lipat? Kalau begini terus aku bisa jantungan!’batin Chella. Tak ada yang menjawab pertanyaan dari namja itu, karena ketiga orang itu sibuk dengan pikiran masing-masing.
 

“aigoo, ada apa dengan kalian eoh? Pertanyaanku bahkan tak dijawab!”seru Seokjin sambil memandang ketiga orang itu secara bergantian sambil menggelengkan kepala. Chella hanya menundukkan kepalanya sesudah menelan ludahnya. Dia gugup sekali sekarang.
 

“apa kamu tak bisa liat hyung? Kami sedang berdiri dan aku sedang memegang tumpukan buku, tanganku sudah pegal dan kamu masih bertanya eoh?”kata Jungkook dengan nada kesal, dia sudah terlampau kesal saat ini. Sedangkan namja yang dipanggil Seokjin itu hanya mengeryit. Dia heran kenapa namja yang merupakan hobaenya sekaligus sahabatnya itu bisa bersama dengan classmatenya dengan tumpukkan buku ditangannya.
 

“kamu ngapain disini? Dan kenapa kamu memegang itu?”tanya Seokjin lagi, dia masih tak mengerti. Jungkook memutar bola matanya kemudian menghembuskan nafas dengan kasar.
 

“kita akan membawa masuk ini atau kita pegang sampai pulang sekolah?”tanya Jungkook kesal pada yeoja yang ada disampingnya, yang tak lain adalah Lian. Lian sedikit terlonjat.

hah? ah.. itu kajja.. kita masuk!”kata Lian sedikit kikuk saat melihat ekspresi tak bersahabat Jungkook itu. Kedua orang itupun berjalan masuk ke dalam kelas tanpa menjawab pertanyaan Seokjin itu.
 

“aigoo anak itu.. aku sedang bertanya tadi, bukannya menjawab malah pergi, dasar!tutur Seokjin kesal, Chella yang mendengar itu hanya diam. Seokjin yang tadi menatap kearah kelasnya kini menatap kearah Chella.
 

“kamu kenapa tak masuk?”tanya Seokjin
 

“huh, ak..aku..”Chella terlonjat karena pertanyaan Seokjin yang tiba-tiba itu.
 

“kamu menunggu aku masuk baru kamu juga masuk?”tanya Seokjin sedikit menggoda, membuat Chella membulatkan matanya ‘aigoo, ini memalukan!’batin Chella. Seokjin tersenyum melihat ekspresi Chella yang menurutnya lucu.
 

“ak..aku tadi hanya ingin mempersilahkan kedua orang tadi masuk, baru aku masuk!”jawab Chella, karena memang seperti itu.
 

“benarkah? Ah sayang sekali, kupikir kamu menungguku!”kata Seokjin, dia memperlihatkan ekspresi kecewanya. Chella yang melihat itu hanya bisa terdiam tapi tak lama diapun berkata:
 

“kalau begitu kita juga masuk Seokjin-ssi, kalau kita terus disini, kita akan dihukum!”baru saja akan melangkah namun dicegah Seokjin.
 

“changkaman”cegah Seokjin, mau tak mau yeoja itu berhenti dan menatap namja itu. Seokjin melakukan hal yang sama –menatap Chella-
 

“wae?”tanya Chella gugup
 

“eum, apa tadi kamu keruang osis?”tanya Seokjin sambil menatap tepat dimanik mata yeoja itu. Chella terkejut, bahkan dia mengerjap-ngerjapkan matanya.

“eumm, tadi.. tadi, aku eum.. a..aku memang kesana mengantarkan berkas osis yang dititipkan sunbae padaku!”jawab Chella, dia terlihat gugup dipandang Seokjin begitu lekat.
 

sunbae? nugu?”tanya Seokjin lagi
 

Krystal sunbae”jawab Chella, mereka berdua masih bertatapan. Seokjinpun ber-o-riah saat tahu. Chellapun mengalihkan pandangannya. Chella menggigit bibir bawah saat menatap kearah lain, dia masih gugup. Seokjin melihat gerakan Chella, matanya tertuju pada bibir Chella. ‘sial kenapa dia menggigitnya?’batin Seokjin, dengan cepat dia menatap kearah lain, dia menelan ludahnya.
 

“kenapa kalian masih disini?”perhatian kedua orang itu teralih pada Jungkook yang keluar dari kelas mereka, namja itu bertanya dengan alis berkerut.
 

“ka..kami baru ingin masuk!”jawab Chella gugup, lalu dengan cepat melangkah masuk kedalam kelas. Jungkook menatap Chella yang berjalan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Seokjin menatap Jungkook yang sedang menatap Chella itu.
 

“kenapa kamu menatap Chella seperti itu?”tanya Seokjin dengan nada suara dingin, disertai tatapan tak suka. Entah kenapa, Seokjin tak ingin melihat Jungkook menatap Chella seperti itu. entalah, yang dia tahu dia tak ingin Jungkook berlaku seperti itu.
 

“wae?”bukannya menjawab, namja itu malah bertanya
 

“kamu menatapnya terlalu berlebihan!”jawab Seokjin, Jungkook mengernyit tak mengerti dengan jawaban sahabatnya itu.
 

“menatapnya berlebihan dari mana eoh? Aku hanya menatapnya saja, apa salahnya? Kamu saja yang berlebihan!”ujar Jungkook masih dengan alis berkerut.
 

“cih~”Seokjin mencibir mendengar perkataan Jungkook.
 

“wae? Memangnya ada urusan apa denganmu kalau aku menatapnya? Apa jangan-jangan kamu cemburu? Apa kamu menyukai Chella?”mendengar pertanyaan Jungkook membuat Seokjin membulatkan matanya.
 

“mulutmu itu asal skali kalau bicara!”kata Seokjin, Jungkook memamerkan smirk saat melihat ekspresi Seokjin.
 

“kalau begitu tak apakan kalau aku menatapnya seperti itu? Toh itukan hakku!”ujar Jungkook, dengan cepat Seokjin menatapnya dengan tajam
 

“mwo?”Seokjin tak suka mendengar perkataan Jungkook barusan. Jungkook semakin bersemangat melihat ekspresi Seokjin.
 

“kenapa? kamu tak suka? Bukannya tadi kamu mengelak!”tanya Jungkook masih dengan Smirk diwajahnya.
 

“bukan begitu, memangnya kamu tak malu menatap yeoja seperti itu?”tanya Seokjin mulai terpancing, Jungkook menggeleng cepat.
 

“bukannya menyenangkan menatap yeoja seperti itu, lagian Chella cukup cantik!”Jungkook menambah-nambahkan, Seokjin mengeraskan rahangnya, bahkan tangannya mengepal.
 

“apa dia masih sendiri?”Jungkook bertanya, seperti bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap kedalam kelas, namun ujung matanya dapat melihat ekspresi Seokjin. Seokjin terlihat sangat kesal dengan ucapan Jungkook itu. ‘kena kau!’batin Jungkook. Diapun melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Sedangkan Seokjin, dia masih di tempatnya. Dia memikirkan perkataan Jungkook barusan.
 

“sialan!”Seokjin mengerutu kesal


To Be Continue :)


Akhirnya kelar juga chapter 9-nya. Mohon maaf jika fellnya gak dapat, maklum author masih dalam tahap belajar. Sekali lagi author minta maaf sekaligus terima kasih karena mau membaca FF aneh nan gaje ini. Harap tak bosan nde, RCL di tungguh ;)  GBu O:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar